Selasa, 17 Agustus 2010

Sampai Kapan!


Sampai kapan akan terrus bertahan sebuah penantian yang tak kunjung henti ini. Sudah lelah aku hadapi kenyataan ini. Selalu menunggu adalah keseharian yang tak mampu ku elakkan dari kehidupanku. Meski sudah muak dan bosan akan kebiasaaan ini, tapi aku tetap saja masih bertahan. Menanti cinta yang tak tentu.
Meski sakit tetap saja aku bertahan disini. menanti sebuah kata yang tak kunjung  keluar dari mulutmu. Rasanya pait sekali penantian ini. Ingin segera ku sudahi penantian ini. Ingin segera ku hapus perasaan ini. Ingin segera ku menghapus bayangan mu dari ingatan ku. Ingin segera aku lari dr kenyataaan ini. Tapi sulit! benar-benar sulit untuk lakukan itu semua. Seperti menginginkan matahari disaat malam datang.
Jujur...  Semakin aku menjauhimu. Semakin aku teringat denganmu. Dan Semakin aku mengingatmu. Semakin besar aku mencintaimu. Rasanya tak terlalu pantas aku menyimpan semua perasaan ini. Maaf jika aku terlalu lancang mencintaimu. Mencintaimu dalam sebuah Rahasia yang sangat aku tutup rapat, tanpa seorang pun yang tau. Takut menyakiti orang lain jikalau perasaan yang ku pendam ini terungkap.
Sungguh sangat mustahil untuk mengungkap rasa yang tak seharusnya aku rasakan ketika kamu masih bersamanya. Cinta ini hanya menyiksaku. Menghantui seluruh kehidupanku. Cinta ini hanya sia-sia adanya. Membuang kedamaian hidup yang seharusnya ada disini menemaniku.

Sabtu, 14 Agustus 2010

Minggu, 01 Agustus 2010

17 juli 2010

ikhlas

 Aku ikhlas karena telah mengenalkan dan mempertemukan kalian tentang arti kebahagiaan yang dimiliki dari sebuah cinta. Meski sampai saat ini aku belum menemukannya. Tapi aku yakin, suatu saat nanti (entah kapan waktunya), aku akan di pertemukan oleh_Nya yang lebih baik (yang selalu aku harapkan).

Beranda Rumah

Bosan

Angin seperti beku hari ini, seperti tak memberi kesejukan untuk setiap desah nafasku. Terkadang aku merasa asing di depan mu, seperti tak mengenal dirimu meski kenyataannya aku telah mengenalmu.( Dan aku mulai bosan dengan semua ini.) Tapi kenapa hal ini sulit sekali untuk dihindarkan. Aku gak bisa terima kenyataan ini. Bahwa sebenarnya aku merindukanmu dan selalu ingin bersamamu. Tapi kenapa kau seperti angin malam saat ini. Muncul saat tak di harapkan dan menghilang tanpa bekas saat di harapkan kehadirannya.
Ini aneh, aku selalu ingin bertemu dengan mu saat kamu ingin segera lenyap dari hadapanku. Atau mungkin malah sebaliknya,,, hingga di antara kita tak pernah ada tempat untuk menghapus kerinduan yang selalu berontak. Dan melipur kesan tentang diri kita yang saling bergelut dalam benak kita. Sampai – sampai tak pernah ada titik temu tentang keberadaan cinta kita yang selalu membara.